Sholat Sunnah Fajar Bisa Dapat Pahala yang Besar

Ilustrasi ibadah sholat sunnah fajar sebagai salah satu teladan Rasulullah SAW yang memiliki banyak keutamaan /pexels

KOPERNESIA - Mungkin beberapa dari kita belum menyadari bahwa sebelum sholat subuh, terdapat sholat sunnah fajar yang memiliki banyak keutamaan.

Salah satu sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan sebelum sholat subuh ini dapat membawa kebaikan bagi yang melaksanakannya.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Dua rakaat fajar (sholat sunnah qabliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim).

Lalu apa saja keutamaan shalat sunnah fajar jika dikerjakan?

Berikut tim KOPERNESIA sudah merangkum beberapa manfaat dari sholat sunnah fajar diantaranya:

1. Pahala tidak terhingga

Keutamaan menjalankan sholat sunnah fajar adalah mendapatkan pahala yang tidak terbatas.

Hal ini seperti hadist riwayat Muslim Rasulullah SAW bersabda:

Aisyah RA berkata, "Nabi SAW tidaklah menjaga sholat sunah yang lebih daripada menjaga sholat sunah dua rakaat sebelum subuh." (HR Muslim).

2. Lebih baik dari dunia dan seisinya

Sholat sunnah fajar adalah salah satu shalat sunnah yang baik dikerjakan karena terkait pahala yang begitu besar apabila umat muslim mengejarkannya.

Bahkan sholat tersebut lebih baik dari dunia dan seisinya, hal ini seperti dikatan Hadits riwayat Muslim. Rasulullah SAW bersabda:

Dua raka’at fajar (salat sunah qobliyah subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725).

3. Kebaikan di akhirat

Apabila umat muslim melaksanakan sholat sunnah fajar niscaya Allah akan berikan kebaikan diakhirat kelak.

Hadist dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu yang berbunyi :

"Rasulullah SAW dalam dua raka'at shalat sunnah subuh surat Al Kafirum dan Al Ikhlas" (HR. Muslim 726).

4. Teladan Rasulullah SAW

Mengerjakan sholat sunnah fajar adalah salah satu teladan Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW dahulu diam antara adzannya Muazin hingga shalat subuh. Sebelum sholat subuh dimulai, beliau dahulu dua raka'at ringan" (HR. Bukhari no. 618 dan Muslim 723).***

Penulis:

Baca Juga