Pemerintah Bertekad untuk Terus Menurunkan Kasus Covid-19

Pemerintah bertekad untuk terus menurunkan kasus COVID-19 /Pixabay

KOPERNESIA - Pemerintah bertekad untuk terus menurunkan kasus COVID-19. Hal ini dilakukan melalui evaluasi penerapan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh wilayah Indonesia secara berkala.

Hal itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmidzi.

Saat ini situasi di Indonesia baik di tingkat nasional maupun provinsi secara umum terjadi penurunan tren kasus baru mingguan sebesar 23 persen.

Selain itu juga terjadi penurunan jumlah kematian sebesar 16 persen dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Namun hal ini tidak mengurangi kewaspadaan Indonesia dalam menghadapi pandemi COVID-19, mengingat di beberapa negara kembali terjadi lonjakan kasus.

Berdasarkan laporan WHO per 26 Oktober 2021, terjadi peningkatan jumlah kasus maupun kematian di tingkat global dan regional Eropa yang berkontribusi lebih dari 50 persen total penambahan kasus baru dan sekitar 14 persen dari total kematian baru.

Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Turki, dan Ukraina merupakan negara yang melaporkan kasus tertinggi di level global.

''Situasi global pandemi COVID-19 bisa menjadi salah satu masukan dan pembelajaran terkait respon nasional kita," ucap dr Situ yang dikutip Arahkata pada Jumat, 29 Oktober 2021.

Menurutnya kenaikan kasus positif disebabkan oleh pelanggaran protokol kesehatan.

"Salah satu yang dianggap mempengaruhi peningkatan kasus di negara-negara tersebut adalah sudah dilakukannya berbagai pelonggaran dan penurunan kepatuhan terhadap protokol kesehatan seperti penggunaan masker, cuci tangan, dan jaga jarak,'' lanjutnya.

Pemerintah, juga terus mempertahankan testing rate dan positivity rate pada level yang direkomendasikan WHO.

Membaiknya situasi pandemi juga berimbas kepada kondisi rumah sakit.

Saat ini, keterisian tempat tidur (BOR) masih dalam level 20 persen. Artinya situasi rumah sakit saat ini dalam keadaan kondusif.

dr Siti berharap semua elemen harus sama-sama memahami bahwa dengan tingkat pergerakan masyarakat yang semakin tinggi, maka tentu risiko interaksi dan penularan juga semakin tinggi.

Namun risiko ini bisa diminimalisir jika masyarakat patuh, taat, dan disiplin menjalankan protokol kesehatan dan tetap selektif dan bijak saat beraktivitas.***

Penulis:

Baca Juga